...cnn.

Strange things in the wide worlds....

Isnin, 3 Ogos 2009

Kelahiran Nabi Muhamad s.a.w , hingga diangkat menjadi Rasul


Pada tanggal 12 Rabiul Awwal, tahun Gajah, Nabi Muhammad saw dilahirkan di kota Mekkah, atau tanggal 20 April 571 M.
Dinamakan tahun Gajah,karena pada tahun itu kota Mekah diserang oleh tentara Nasrani dengan berkendaraan gajah, dibawah pimpinan raja Abrahah. Ia adalah gubernur dari kerajaan Nasrani Abbessinia yang memerintah di Yaman. Tujuannya adalah untuk menghancurkan Ka’bah.
Pasukan Abrahah hancur binasa oleh pasukan Ababil yang dikirim oleh Allah dengan senjata batu kerikil dari yang terbakar.
Ibu Nabi Muhammad saw bernama Siti Aminah.
Ayah beliau bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan kurang lebih 7 bulan.
Abdul Muthalib, kakeknya menyambut kelahiran cucunya dengan riang gembira, langsung dibawa thawaf mengelilingi Ka’bah dan diberi nama Muhammad.
Nabi Muhammad disusui oleh Halimah As-Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin hingga berusia 5 tahun.
Nabi Muhammad adalah keturunan Qusyai pahlawan suku Quraisy dari golongan Arab Bani Ismail.
Nabi Muhammad saw berusia 5 tahun Halimah menyerahkannya kembali pada ibunya. Lalu beliau diajak ibunya pergi ke Madinah dengan maksud untuk diperkenalkan pada keluarga neneknya Bani Najjar dan untuk menziarahi makam ayahnya.
Dalam perjalanan pulang dari Madinah itu sang ibu Siti Aminah sakit lalu wafat di suatu tempat yang bernama Abwa’ dan dimakamkan juga di sana, ketika itu beliau berusia 6 tahun.
Selesai pemakaman ibunya, beliau meneruskan perjalanan pulang bersama kakeknya, Abdul Muthalib. Dan selanjutnya beliau diasuh oleh kakeknya itu.
Abdul Muthlib wafat dalam usia 80 tahun, ketika itu beliau berusia 8 tahun.
Setelah sang meninggal, beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib.
Ketika Nabi Muhammad saw berusia 12 tahun, beliau ikut pamannya Abu Thalib berdagang ke negeri Syam (Syiria).
Pada waktu itu sang paman dan beliau bertemu dengan seorang pendeta nasrani yang sangat alim bernama Buhaira. Pendeta itu mengetahui tanda-tanda kenabian atas diri Nabi Muhammad saw. Ia berpesan pada Abu Thalib agar benar-benar melindungi beliau dan segera mengajaknya kembali pulang, karena khawatir terjadi sesuatu bila bertemu dengan orang Yahudi.
Pada usia 15 tahun di Mekah terjadi peristiwa bersejarah, yaitu Harbul Fijar, yakni perang yang memecahkan kesucian dan beliau berperan aktif.
Setelah Abdul Muthalib wafat, kondisi kota Mekkah menjadi kacau balau, tidak ada lagi jaminan keamanan bagi harta maupun jiwa, Hingga akhirnya para pemuka Quraisy berinisiatif untuk memulihkan kondisi keamanan kota Mekah dengan melakukan sumpah bersama yang dikenal dengan Halfulfudhul.
Setelah dewasa beliau berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang janda yang kaya raya, Siti Khadijah mempercayakan barang dagangannya kepada Muhammad, karena beliau terkenal sebagai orang yang jujur dan terpecaya.
Beliau menjalankan dagangan Khadijah ke Syam, ditemani oleh bujang Khadijah yang bernama Maisarah.
Ketika Muhammad saw berusia 25 tahun, beliau kawin dengan Siti Khadijah seorang janda yang kaya raya yang telah berusia 40 tahun.
Pada usia 35 tahun, beliau mendapat gelar “AL-AMIN”, yaitu orang yang dapat dipercaya.
Nama Muhammad semakin popular di kalangan penduduk Mekkah, terutama setelah beliau mampu menyelesaikan sengketa di antara pemuka-pemuka Quraisy mengenai peletakan kembali Hajar Aswat.
Menjelang memasuki usia kerasulan Muhammad saw gemar bertahanus (menyiapkan diri untuk mendapatkan pemusatan jiwa yang lebih sempurna) di gua Hira berada di bukit “Jabal Nur”.

0 ulasan:

need graphics

slideshow


Slideshow