...cnn.

Strange things in the wide worlds....

Isnin, 3 Ogos 2009

Nabi Muhamad s.a.w menjadi Rasul

Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 M, beliau menerima wahyu pertama di gua Hira. Malaikat Jibril datang kepada beliau menyampaikan wahyu yang pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika itu Nabi Muhammad saw berusia 40 tahun 6 bulan 10 hari menurut tahun Qamariyah.
Waraqah bin Naufal, paman Khadijah mengetahui betul bahwa kejadian itu adalah peristiwa benar, sebagaimana yang pernah diturunkan Allah kepada nabi Musa as.
Siti Khadijah mempunyai peranan yang besar dalam membantu Nabi Muhammad saw baik dengan jiwa maupun dengan harta bendanya.
Stelah menerima wahyu yang kedua, yaitu surat Al-Muddatsir ayat 1-7, beliau mulai berdakwah menyiarkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi.
Orang-orang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam yang lebih dikenal dengan As-Saabiqunal Awwaluun, diantaranya ialah :
· Siti Khadijah
· Ali bin Abu Thalib.
· Zaid bin Haritsah.
· Abu Bakar Ash-Siddiq.
· Utsman bin Affan.
· Zuber bin Awwam.
· Sa’ad bin Abi Waqas.
· Abdur Rahman bin Auf.
· Thalhah bin Ubaidillah.
· Abu Ubaidillah bin Jarrah.
· Arqam bin Abil Arqam.
· Fatimah binti Khaththab.
Nabi Muhammad saw berdakwa secara terang-terangan setelah menerima wahyu, surat Al-Hijr ayat 94.
Dakwah Nabi saw mendapatkan reaksi yang sangat keras dari kaum kafir Quraisy.
Pada tahun ke 5 kenabian terjadi peristiwa hijrah ke Habsyah (Ethiopia). Hijrah ke Ethiopia yang pertama, sebanyak 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Sedang yang kedua, sebanyak 83 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Sementara Nabi Muhammad saw tetap tinggal di Mekkah.
Faktor yang mendorong orang Quraisy menentang agama Islam dan kaum Muslimin di antaranya adalah :
· Persaingan perebutan kekuasaan.
· Karena Islam mengajarkan persamaan hak dan derajat (al-musawah) di antara manusia yang membedakan hanyalah ketakwaan.
· Taklid kepada nenek moyang mereka.
· Mempertahankan status quo.
Pada tahun 10 dari kenabian, pama beliau Abu Thalib meninggal dunia, lalu disusul oleh istri beliau Khadijah meninggal pada tahun itu juga. Maka tahun itu disebut Amul Huzni, yaitu tahun kesedihan Nabi Muhammad saw.
Mekkah dipandang Nabi tidak lagi sesuai untuk dijadikan pusat dakwah, maka beliau hijrah ke Thaif.
Di Thaif Nabi mendapatkan sambutan yang sangat kasar dan biadab, maka Nabi memutuskan kembali Ke Mekkah.
Pada saat Nabi Muhammad saw menghadapi ujian yang maha berat itu, beliau diisra’ dan dimi’rajkan oleh Allah swt. Yaitu, dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, terus naik ke langit tujuh, lalu ke Sidratul Muntaha menghadap ke hadirat Allah swt.
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun kesebelas dari kerasulan nabi Muhammad saw.
Dalam Isra’ Mi’raj itu, Nabi Muhammad saw diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga kekuatan batin beliau menjadi sangat tangguh dan memandang ujian yang dilancarkan kepada beliau itu sangat kecil. Di samping itu peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi ujian berat terhadap keimanan mereka, apakah mereka beriman pada Nabi atau sebaliknya dengan peristiwa luar biasa dan sangat menakjubkan itu yang secara rasional di luar jangkauan mereka.
Buah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw, mendapatkan perintah shalat lima waktu dalam sehari semalam.

0 ulasan:

need graphics

slideshow


Slideshow